Senin, 03 Desember 2012

IMPLIKASI PENDIDIKAN



PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pendidikan

Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dengan demikiann akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkan untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat (Hamalik, 2004: 79).Pendidikan juga diartikan sebagai upaya manusia secara historis turun-temurun, yang merasa dirinya terpanggil untuk mencari kebenaran atau kesempurnaan hidup (Salim, 2004:32).

Menurut Undang-Undang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

B.     Pengertian  Pembelajaran

Pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membantu siswa atau anak didik, agar mereka dapat belajar sesuai dengan kebutuhan dan minatnya. Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. 

Antara pendidikan, pembelajaran dan pengajaran saling terkait. Pendidikan akan dapat mencapai tujuan jika pembelajaran bermakna dengan pengajaran yang tepat. Sebaliknya pendidikan tidak akan mencapi tujuan jika pembelajaran tidak bermakna dengan pengajaran yang tidak tepat.

Brunner mengemukakan bahwa teori pembelajaran adalah preskriptif dan teori belajar adalah deskriptif. Prespektif karena tujuan teori pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal. Dan deskriptif karena tujuan utama teori belajar adalah memerikan proses belajar. Teori belajar menaruh perhatian pada hubungan di antara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar, atau bagaimana seseorang belajar. Sedangkan teori pembelajaran menaruh perhatian bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain agar terjadi hal belajar, atau upaya mengontrol variabel dalam teori belajar agar dapat memudahkan belajar.

Teori pembelajaran harus memasukkan variabel metode pembelajaran. Jika tidak, teori ini bukanlah teori pembelajaran. Ini penting sekali sebab banyak terjadi apa yang dianggap sebagai teori pembelajaran yang sebenarnya adalah teori. Teori pembelajaran selalu menyebutkan metode pembelajaran, sedangkan teori belajar sama sekali tidak berurusan dengan metode pembelajaran.

C.     Implikasi Prinsip Pembelajaran

Pengertian pembelajaran dapat diartikan secara khusus, berdasarkan aliran psikologi tertentu. Pengertian pembelajaran menurut aliran-aliran tersebut sebagai berikut: Menurut psikologi daya pembelajaran adalah upaya melatih daya-daya yang ada pada jiwa manusia supaya menjadi lebih tajam atau lebih berfungsi.

Psikologi kognitif, pembelajaran adalah usaha membantu siswa atau anak didik mencapai perubahan struktur kognitif melalui pemahaman. Psikologi humanistik, pembelajaran adalah usaha guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan untuk belajar (enjoy learning), yang membuat siswa dipanggil untuk belajar (Darsono, 2001: 24-25)

Adapun prinsip-prinsip belajar yang perlu diperhatikan terutama oleh pendidik ada 8 yaitu: perhatian, dalam pembelajaran guru hendaknya tidak mengabaikan masalah perhatian. Sebelum pembelajaran dimulai guru hendaknya menarik perhatian siswa agar siswa berkonsentrasi dan tertarik pada materi pelajaran yang sedang diajarkan.

Motivasi, Jika perhatian siswa sudah terpusat maka langkah guru selanjutnya memotivasi siswa. Walaupun siswa udah termotivasi dengan kegiatan awal saat guru mengkondisikan agar perhatian siswa terpusat pada materi pelajaran yang sedang berlangsung. Namun guru wajib membangun motivasi sepanjang proses belajar dan pembelajaran berlangsung agar siswa dapa mengikuti pelajaran dengan baik.

Keaktifan siswa, Pembelajaran yang bermakna apabila siswa aktif dalam proses belajar dan pembelajaran. Siswa tidak sekedar menerima dan menelan konsep-konsep yang disampaikan guru, tetapi siswa beraktivitas langsung. Dalam hal ini guru perlu menciptakan situasi yang menimbulkan aktivitas siswa.

Keterlibatan langsung, pelibatan langsung siswa dalam proses pembelajaran adalah penting. Siswalah yang melakukan kegiatan belajar bukan guru. Supaya siswa banyak terlibat dalam proses pembelajaran, guru hendaknya memilih dan mempersiapkan kegiatan-kegiatan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Pengulangan belajar, Penguasaan meteri oleh siswa tidak bisa berlangsung secara singkat. Siswa perlu melakukan pengulangan-pengulangan supaya meteri yang dipelajari tetap ingat. Oleh karena itu guru harus melakukan sesuatu yang membuat siswa melakukan pengulangan belajar.

Materi pelajaran yang merangsang dan menantang, kadang siswa merasa bosan dan tidak tertarik dengan materi yang sedang diajarkan. Untuk menghindari gejala yang seperti ini guru harus memilih dan mengorganisir materi sedemikikan rupa sehingga merangsang dan menantang siswa untuk mempelajarinya.
Balikan atau penguatan kepada siswa, penguatan atau reinforcement mempunyai efek yang besar jika sering diberikan kepada siswa. Setiap keberhasilan siswa sekecil apapun, hendaknya ditanggapi dengan memberikan penghargaan.

Aspek-aspek psikologi lain, setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan individu baik secara fisik maupun secara psikis akan mempengaruhi cara belajar siswa tersebut, sehingga guru perlu memperhatikan cara pembelajaran yang diberikan kepada siswa tersebut misalnya, mengatur tempat duduk, mengatur jadwal pelajaran , dan lain-lain.

D.     Implikasi Perkembangan Teori Pembelajaran

Perkembangan teori belajar cukup pesat. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. Pertama aliran tingkah laku (Behavioristik), belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang kongkret atau yang non kongkret, berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. Tokoh dalam aliran ini adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin Guthrie, dan Skinner.

Aplikasi teori belajar behavioristik dalam pembelajaran, tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat meteri pelajaran, karakteristik siswa, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.

Kedua aliran kognitif, belajar adalah perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku, menekankan pada gagasan bahwa pada bagian-bagian suatu situasi berhubungan dengan konteks seluruh situasi tersebut. Pengetahuan dibangun dalam diri seseorang melalui proses interaksi yang bersinambungan dengan lingkungan. Tokoh aliran ini Piaget, David Ausebel, Brunner.
Aplikasi teori belajar kognitif dalam pembelajaran, guru harus memahami bahwa siswa bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya, anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar belajar menggunakan benda-benda kongkret, keaktifan siswa amat dipentingkan, guru menyususun materi dengan menggunakan pola atau logika tertentu dari sederhana ke kompleks, guru menciptakan pembelajaran yang bermakna, memperhatikan perbedaan individual siswa untuk mencapai keberhasilan siswa.

Ketiga aliran humanistik, belajar adalah menekankan pentingnya isi dari proses belajar bersifat eklektik, tujuannya adalah memanusiakan manusia atau mencapai aktualisasi diri. Dalam praktiknya menggunakan teori belajar Ausebel, teori Bloom, Kolb, dan lain-lain.

Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran guru lebih mengarahkan siswa untuk berpikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar.

Keempat teori belajar menurut aliran kontemporer, Teori kontemporer yang bermunculan saat ini banyak sekali di antaranya teori belajar sibernetik. Teori belajar sibernetik merupakan teori belajar yang relatif baru, jika dibandingkan dengan teori-teori belajar yang sudah dibahas sebelumnya. Teori ini berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan ilmu informasi.

Menurut teori Sibernetik (Budiningsih, 2005:80-81), belajar adalah pengolahan informasi. Seolah-olah teori ini mempunyai kesamaan dengan teori kognitif yaitu mementingkan proses belajar daripada hasil belajar. Proses belajar memang penting dalam teori sibernetik namun yang lebih penting lagi adalah sistem informasi yang diproses yang akan dipelajari siswa. Informasi inilah yang akan menentukan proses bagaimana proses belajar akan berlangsung, sangat ditentukan oleh sistem informasi yang dipelajari. Tokoh teori ini Gage dan Berliner, Biehler, Snoman, Baine, dan Tennyson.
Aplikasi teori ini, untuk mendukung proses pembelajaran dalam kegiatan belajar hendaknya menarik perhatian, memberitahukan tujuan pembelajaran kepada siswa, merangsang ingatan pada prasyarat belajar, menyajikan bahan perangsang, memberikan bimbingan belajar, mendorong unjuk kerja, memberikan balikan informatif, menilai unjuk kerja, meningkatkan retensi dan alih belajar.

Dengan memahami berbagai teori belajar, prinsip-prinsip pembelajaran dan pengajaran, pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya.



















PENUTUP

 Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan:
1.      Implikasi pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran dalam dunia pendidikan tidak bisa dipisahkan. Antara pendidikan, pembelajaran dan pengajaran saling terkait. Pendidikan akan dapat mencapai tujuan jika pembelajaran bermakna dengan pengajaran yang tepat. Sebaliknya pendidikan tidak akan mencapai tujuan jika pembelajaran tidak bermakna dengan pengajaran yang tidak tepat.
2.      Implikasi prinsip-prinsip pembelajaran dalam proses belajar pembelajaran diantaranya guru dapat memusatkan perhatian siswa, memberi motivasi, menciptakan suasana belajar yang mengaktifkan siswa, mengajak siswa untuk terlibat langsung dalam proses pembelajaran, mengulang pelajaran, memberi penguatan, dan memperhatian aspek-aspek lain seperti perbedaan individu siswa.
3.      Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangatlah beragam. Guru dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. Seperti teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar, karakteristik siswa, dsb. Teori kognitif, pembelajaran lebih dititik beratkan pada perolehan pengetahuan oleh siswa, guru membimbing siswa untuk memiliki pengetahuan yang hendak dituju. Sedangkan aliran humanistik pembelajaran yang memanusiakan manusia. Guru mengakui siswa sebagai individu yang punya kemampuan dan harga diri. Aliran yang terbaru yaitu Teori kontemporer pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa hendaknya menarik, merangsang siswa untuk berpikir dan guru dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna.




KETRAMPILAN EMPAT BERBAHASA



KETERAMPILAN DALAM KEBAHASAAN
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Individu
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
 Dosen Pembimbing : Indrya Mulyaningsih, M.Pd
 

 





Oleh :
Haryanti 
   (14121110057)

     Jurusan PAI B / Semester 1 (satu)
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATI CIREBON
2012/2013

PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Bahasa Indonesia merupakan dari pelajaran di Indonesia dan bahasa yang di gunakan dalam Negara Indonesia ini.sehingga dalam pembelajaranya sistematis tidak hanya membaca, menyimak, mendengarkan dan menulis namun perlu kumpulan penguasaan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,konseop-konsep dan praktikum.
Seperti halnya kegiatan membaca merupakan satu-satunya cara untuk menyerap  dan menafsirkan informasi tertulis.itulah seseorang di tuntut untuk mempunyai ketrampilan membaca yang tinggi agar dapat mengikuti laju perkembangan ilmu teknologi.
Kegiatan menyimak juga dapat menambah ilmu atau wawasan yang belum dimiliki diantaranya melalui radio,tv atau langsung dari nara sumbernya.jadi menyimak memegang peranan penting setelah itu barulah berbicara dan menulis.Dalam proses belajar mengajar,menyimak sering diabaikan karena tanpa di abaikan pun ketrampilan ini dilakukan.melalui proses menyimak seseorang mengenal segala informasi baik berupa ilmu pengetahuan maupun hal-hal lain yang belum kita kenal.
B.     Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang di atas dapat ditarik rumusan masalah yaitu:

1.      Permasalahan dalam ketrampilan membaca
2.      Permasalahan dalam ketrampilan menyimak
3.      Permasalahan dalam ketrampilan mendengarkan
4.      Permasalahan dalam ketrampilan menulis

C.     Tujuan Pembahasan Masalah

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk :

1.      Mengetahui solusi dari permasalahan ketrampilan membaca
2.      Mengetahui solusi dari permasalahan ketrampilan menyimak
3.      Mengetahui solusi dari permasalahan ketrampilan berbicara
4.      Mengetahui solusi dari permasalahan ketrampilan menulis

PEMBAHASAN

1.      KETERAMPILAN MEMBACA
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis(dengan cara melisankan atau hanya di dalam hati).

A.    Permasalahan dalam membaca dan memahami lebih cepat
a.       Kurangnya memahami  isi bacaan
b.      Penguasaan Kosa-Kata yang kurang
c.       Konsentrasi yang lemah
d.      Motivasi belajar yang kurang
e.       Sulitnya menentukan Inti/Gagasan Utama
f.       Rendahnya Kecepatan membaca
g.      Kebiasaan membaca dengan menggerakan bibir atau bersuara dengan sura yang nyaring
h.      Posisi membaca yang salah atau kondisi yang tidak mendukung.

B.  Solusi dalam mengatasi  masalah membaca dan memahami lebih cepat.
a.      Permasalahan Kurangnya memahami isi bacaan
a)      Mencatat tulisan yang dianggap perlu dalam sebuah buku atau informasi  lainnya
b)      Sering latihan membaca dan mengulang-ulang bacaan
        “Dalam lima Prinsif atau hukum dasar yang harus di pahami berkaitan dengan cara kerja memori yaitu: Hukum Pengulangan (Low Of Refition) yaitu semakin sering kita mengulang-ulang apa yang kita ingat atau kita alami,maka akan semakin tersimpan dalam ingatan jangka panjang “Teori menurut D.Frey (2002 ).
c)      Membaca secara mendalam
b.      Permasalahan Penguasaan kosa kata yang minim
a)      Perbanyak Hapalan Kosa-Kata
b)      Mencari arti kosa-kata yang tidak mengerti lalu dicatat
“Menyatakan bahwa langkah-langkah dalam memahami  adalah salah satunya mencari dan mecatat fakta-fakta penting “.Menurut Dawson dalam Tarigan ( 1987:46 )
c.       Permasalahan Konsentrasi yang lemah
a)      Tumbuhkan minat membaca dalam diri
b)      Usahakan membaca dalam keadaan tenang
c)      Jangan membaca sambil tiduran
d.      Permasalahan Motivasi belajar yang kurang
a)      Sesuaikan materi yang akan di baca
b)      Luangkan waktu untuk membaca
c)      Menulis dengan tema yang menarik
e.       Permasalahan Sulitnya menentukan inti/gagasan utama
a)      Pahami ide pokok
“Ddalam menentukan gagasan utama apabila sebuah faragraf mempunyai kesimpulan (baik diawal maupun diakhir) maka gagasan utama dan kalimat utama selalu bersama dalam kalimat kesimpulan tersebut”. Menurut Rini Wahyuningsih dalam modul bahasa Indonesia ( 2012:149)
b)      Baca judul dan sub judul dari sebuah bacaan
c)      Jangan terlalu fokus pada isi
f.       Permasalahan Rendahnya kecepatan membaca
a)      Sering berlatih membaca dengan mengunjungi perpustakaan atau toko buku
g.      Permasalahan Kebiasaan membaca dengan menggerakan bibir atau bersuara dengan suara yang nyaring
a)      Buang kebiasaan lama membaca dengan menggerakkan bibir dengan berlatih membaca dalam hati
b)      Hitung kecepatan membaca dengan rumus
Jumlah kata yang dibaca X 60
            Jumlah detik
Menyatakan bahwa “untuk mengukur kecepatan membaca permenit  adalah Kpm = Q  x  60 T
Q = Jumlah kata    T= waktu dalam detik      60= satuan menit ( 60 detik)” Menurut Rini Wahyuningsih dalam modul Bahasa Indonesia ( 2012:149 )
h.      Permasalahan Posisi membaca yang salah dan kondisi yang tidak mendukung
a)      Biasakan membaca di ruangan atau tempat dengan pencahayaan yang baik
“Langkah-langkah khusus dalam meningkatkan kemampuan mengingat salah satunya harus duduk diruangan dengan pencahayaan yang baik ketika membaca”. Menurut De Potter (2009)
b)     Tentukan tujuan yang jelas sebelum membaca suatu tulisan
c)      Luangkan waktu sejenak untuk istirahat
d)     Tumbuhkan motivasi membaca

2.      KETERAMPILAN MENYIMAK
 “ Menyimak adalah suatu proses kegiatan mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian,pemahaman,apresiasi serta interpretasi untuk memperoleh informasi menangkap isi serta memahami makna komunikasi yang tidak di sampaikan oleh si pembicara melalui urutan atau bahasa lisan”.Kegiatan menyimak mencakup mendengar, mendengarkan, dan disertai usaha memahami bahasa simakan. Menurut Tangen 1983.


A.    Permasalahan Dalam Menyimak
a.       Konsentrasi
b.      Pendengaran
c.       Pemahaman
d.      Cepat lupa/Daya Ingat
e.       Motivasi
f.       Situasi dan Kondisi
g.      Bahasa / Kosa-Kata
h.      Jenis Menyimak

B.     Solusi Dalam Menyimak
a.      Permasalahan konsentrasi yang lemah
a)      Perlu latihan dengan sifat yang kritis
“Menyimak kritis adalah sejenis kegiatan menyimak untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dari ujaran seorang pembicara, dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat”. Menurut Tarigan ( 1987:40 )
b.      Permasalahan pendengaran yang sering terganggu
a)      Perlu melakukan Menyimak secara kreatif
“Menyatakan bahwa“Menyimak kreatif (creative listening ) merupakan kegiatan menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan,  gerakan, serta perasaan-perasaan yang menggabarkan keindahan yang dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya”. Menurut Dawson dalam Tarigan ( 1987:46 )
c.       Permasalahan sulitnya memahami isi bacaan
a)      Dengarkan pembahasan dengan penuh apresiasi
Menyatakan bahwa menyimak sebagai proses mendengarkan , mengenal serta menginterpretasikan lambang-lambang lisan .Menyimak bermakna mendengarkan dengan penuh pemahaman dan apresiasi”. Menurut Anderson dalam Tarigan (1987:28)

d.      Permasalahan cepat lupa
a)      Belajar  memahami suatu bahasan simakan sendiri
“Menyimak adalah suatu kegiatan mengenai hal-hal yang lebih umum dan lebih bebas terhadap suatu ujaran tidak perlu memerlukan bimbingan dari seorang guru”. Menurut tarigan ( 1987: 35-36 )
e.       Permasalahan Motivasi yang kurang
a)      Perlu melakukan Menyimak eksploratif
Menyatakan bahwa“ Menyimak Eksploratif ( Exploratory Listening ) adalah jenis kegiatan menyimak intensif dengan maksud dan tujuan menyelidiki sesuatu lebih terarah dan lebih sempit”.Dalam menyimak seperti ini sang penyimak menyiagakan perhatiannya untuk menjalani serta menemukan hal-hal yang menarik sehingga motivasi untuk belajar lebih meningkat. Menurut  Tarigan ( 1987:46 )
Motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang, kalau motivasi kuat untuk mengerjakan sesuatu maka dapat diharapkan orang itu akan berhasil mencapai tujuan”. Menurut  Tarigan ( 1987:46 )
f.       Permasalahan Situasi dan kondisi yang tidak mendukung
a)      Perlu melakukan kegiatan menyimak Interogatif
   “Menyimak Interogatif adalah sejenis kegiatan menyimak intensif yang menuntut lebih banyak konsentrasi dan seleksi, pemusatan perhatian dan pemilihan butir-butir dari ujaran sang pembicara, karena sang penyimak  akan mengajukan banyak pertanyaan” Menurut Tarigan ( 1987:48 )
g.      Permasalahan Bahasa dan kosa-kata yang kurang
a)      Belajar memperbanyak pembendaharaan kata dengan bimbingan seorang guru
     “ dalam menyimak  diarahkan pada suatu kegiatan yang jauh lebih diawasi,dikontrol terhadap suatu hal tertentu dengan bimbingan seorang guru “. Menurut Tarigan ( 1987:40 )
h.      Jenis menyimak
 “ Menyimak berasal dari kata simak atau mendengarkan atau memperhatikan, baik apa yang di ucapkan oleh orang.
a.       Sumber Suara
Berdasarkan sumber suara yang disimak, penyimak terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
a)      Intrapersonal Listening atau menyimak intrapribadi
b)      Interpersonal Listening atau menyimak antar pribadi
b.      Cara Menyimak dan Bahan yang Disimak
a)      Menyimak Ekstensif atau Formal
Menyimak Intensif atau Non Formal.
 Menurut kamus besar bahasa Indonesia


3.      KETERAMPILAN BERBICARA
        Berbicara menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah berkata; bercakap; berbahasa. Hampir dapat dipastkan bahwa dalam kehidupan kita sehari-hari tidak terlepas dari kegiatan berbicara atau berkomunikasi antara seseorang atau satu kelompok dan kelompok yang lain.

A.    Faktor Penghambat Dalam Berbicara
a.      Kepercayaan Diri/Psikologis
b.      Pengetahuan
c.       Penyampaian
d.      Tokoh/Materi
e.       Penguasaan Materi
f.       Situasi dan Kondisi
g.      Penampilan
h.      Diksi/Penguasaan Bahasa
B.      Solusi dalam Mengatasi Permasalahan Berbicara
a.      Permasalahan Kepercayaan diri yang kurang
a)      Berpikir positif
Menyebutkan bahwa Faktor Psikologis mencakup masalah Prasangka dan kurangnya simpati terhadap sesuatu hal dengan aneka sebab dan alasan, keegosentrisan dan keasyikan terhadap minat pribadi dan masalah pribadi, kepicikan yang menyebabkan pandangan yang kurang luas,kebosanan dan kejenuhan yang menyebabkan kurangnya perhatian sama sekali pada pokok pembicaraan, sikap yang tidak layak terhadap sekolah, terhadap guru, terhadap pokok pembicaraan, atau terhadap sang pembicara”. Menurut Tarigan ( 1987:100 )
b)     Jangan takut dan selalu Fokus
c)      Ikut dalam berorganisasi dan berkumpul
b.      Permasalahan Pengetahuan yang minim
a)      Perbanyak Informasi
Menyatakan bahwa “ banyak berjalan banyak dilihat, banyak disimak banyak diserap banyak pengetahuan”. Menurut Tarigan ( 1987:107 )

b)     Mengetahui pengetahuan yang berkembang sesuai dengan perubahan zaman
c)      Belajar
c.       Permasalahan Penyampaian yang sulit dipahami
a)      Persiapkan materi secara maksimal
Memang mater ini sangat diperlikani artinya kita siapkan apa yang meteri sudah di terangkan kemudian kita simak sehingga kita dapat mempersiapkan dengan maksimal mungkin
b)     Ekspresikan materi dengan mimik yang baik
Memang kebutuhan ini sangat di perlukan karna bagian mimik ini inti dari penyampaian hal-hal yang menarik, yakni kita sebelum mengawalinya kita sendiri terlebih dahulu harus mempersiapkan apapun yang kita punya.
d.      Permasalahan Tokoh/Materi yang sulit dipahami

e.       Permasalahan Penguasaan Materi yang kurang
a)      Menulis butir-butir yang penting dari bahan simakan
“Bahwa faktor yang penting dalam keterampilan menyimak dalam kelas adalah siswa menuliskan butir-butir yang penting bahan simakan terutama dengan bahan simakan”. Menurut Rost ( 1991:108)
f.       Permasalahan Situasi dan kondisi yang tidak mendukung
Situasi yang tidak mendukung seperti keributan berisik dan lain – lain.Bahkan ditambah kondisi diri kita yang kurang bertenaga dapat mengganggu proses menyimak kita. Solusinya, memperhatikan keadaan kondisi diri kita, kondisi yang baik dapat memperlancar proses menyimak kita.Situasi yang tenang dan nyaman. dapat memberikan stimulus kinerja berpikir otak kita untuk menerima dan memahami informasi dalam proses menyimak.

g.      Permasalahan Penampilan yang kurang menarik
“kita mempersiapkan terlebih dahulu apanya kita pelajari tentang pembicaraan sabagai inti permasalahan yang di utamakan, dan jadikanlah penbicaraan itu menjadi hal yang menarik ketika berbicara di depan umum. (Menurut  Try 2012).
h.      Permasalahan Diksi/Penguasaan bahasa yang kurang
“Situasi ini memang sangat perlu,bahkan sangat di perlukan sekali masalah ini yakni kita sebagai  penguasaan bahasa yang kurang, harusnya kita sendiri memperluas bahasa yang belum kita ketahui bisa dikatakan bahasa itu asing. (Menurut Mubarok 2012 ).

4.      KETERAMPILAN MENULIS
Menulis adalah Sebuah kegiatan menuangkan pikiran dan perasaan seseorang dalam bentuk tulisan yang diharapkan dapat dipahami oleh pembaca dan berfungsi sebagai alat komunikasi secara tidak langsung menulis merupakan suatu tindakan berpikir
A.  Permasalahan Dalam Menulis :
a.      Tata kalimat
b.      Tidak Terbiasa
c.       Tata tulis
d.      Motivasi
e.       Pengetahuan
f.       Kecepatan Menulis
g.      Kurang Percaya Diri
h.      Menentukan Tema
B.  Solusi dalam mengatasi permasalahan menulis
a. Sulit menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan
a).Membuat catatan kecil
Biasakanlah kita menulis kalimat-kalimat ataupun gagasan yang membuat menarik pada diri sendiri, sehingga apa yang di dapat dengan tulisan sendiri kita dapat menyusunnya dengan baik walaupun itu hanya sebuah tulisan kecil sejenak. Akan tetapi itulah awal dari kelancaran menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan.
b. Permasalahan Motivasi
a). Persiapan yang matang
“Untuk melakukan kegiatan menulis juga diperlukan kesiapan, karena pada umumnya kegiatan menulis dilakukan setelah ketiga aspek keterampilan bahasa dikuasai. Kalimat yang jelas dalam percakapan, tidak selamanya jelas dan terang bila dituliskan”. Oleh karena itu dalam menulis hendaknya mempunyai persiapan yang baik. Menurut Poerwadarminta ( 1981:23 )
c. Tidak terbiasa menulis
a). Pahami apa yang di tuliskan
“Menyebutkan bahwa “Menulis adalah kemampuan seseorang dalam melukiskan lambang-lambang grafis yang dapat dimengerti oleh penulis itu sendiri maupun orang lain”. Menurut Lado ( Lewat Suriatmaja dkk) tahun 1996/1997:1
d. Menentukan Topik dan Tema
           Dalam pelaksanaanya, penerapan tahap-tahap dalam pendekatan proses dapat di sesuaikan dengan materi, media, dan media yang digunakan. Misalnya paragraf deskriptif, pada pemilihan topik. ( Tompkins, 1990:29).
e. Permasalahan dalam Pengetahuan
            Seseorang enggan menulis karena tidak tau untuk apa dia menulis,merasa tidak berbakat,dan meras tidak tau bagaimana harus menulis. (Graves, 1978)
a). Biasakan mencari Informasi di berbagai Media
  Bahwa Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan audien/siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya. Penggunaan media secara kreatif  akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik dan dapat meningkatkan performan mereka sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Teori Asnawir dkk, (2002:11)

f. Berhenti ditengah tulisan karena tidak punya ide /kurang wawasan
“Tulisan adalah suatu bentuk system komunikasi lambing visual. Agar komunikasi melalui kambang tulis dapat memenuhi harapan, penulis hendaklah menuangkan gagasannya ke dalam bahas yang tepat,teratur dan lengkap. Sehubungan dengan hal tersebut, sering terdengar adanya kata-kata”bahasa yang terratur merupakan manifestasi pikiran yang teratur pula”.
Mengingat hal di atas tidak mengutamakan segi kelancaran komunikasi dengan menomor duakan bahasa dalam kaitannya, dengan tujuan pengajaran bahasas tidaklah tepat. Idealnya, kedua unsure tersebut sama-sam di tekankan. Oleh sebab itu, penilaian terhadap tulisan hendaklah di arahkan pada undur-undur tulisan (Brown 1994:342-343).
g. Tulisannya tidak Fokus,Bahasannya terlalu luas
Meskipun telah di sadari bahwa penguasaan bahasa tulis mutlak di perlikan dalam kehidupan modern dalam kenyataannya pengajaran keterampilan menulis kurang dapat mendapatkan perhatian. ( Utsman pelly dan rustam amir effendi 2004).
    h.Menentukan tema
                    “Merupakan kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai subjek, memilih hal-hal yang aakn di tulis menentukan cara menuliskannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas.
(McCrimmon 1976:2)
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kebahasaan memiliki 4 (empat)  aspek keterampilan yaitu: (membaca, menyimak, berbicara, dan menulis).Semua keterampilan tersebut pasti memiliki beberapa masalah. Agar kita dapat menguasai keterampilan berbahasa dengan baik. Maka kita harus tetap konsisten mempelajari,memahami keterampilan berbahasa tersebut. Serta merta memecahkan masalah tersebut dengan solusi jitu yang inovatif. Dengan begitu kita dapat berkomunikasi dan berinteraksi kepada orang lain dengan baik.
B.Saran dan Kritikan
Dalam penyusunan makalah ini memang masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu.Saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar dalam penulisan karya ilmiah yang akan datang dapat lebih baik lagi.

DAFTAR  PUSTAKA

Tim Penyusun Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka.
Gumiandri,Septi,dkk.Success Guide: Panduan Sukses Belajar Di Perguruan Tinggi.Cirebon:Nurjati Press
Budriyardi.Wordpress.com/proposal-penelitian/keterampilan-menulis/15-10-2012.Diunduh pukul 24.10 WIB
Wahyuningsih,Rini.2012.Modul Bahasa Indonesia untuk SMA/MA kelas XII.Sukoharjo:CV Willian
Budriyadi.Wordpress.com/proposal-penelitian/keterampialan-menyimak/01-10-2012.Diunduh pukul 19.04 WIB
Arifin,E Zaenal,dan Tasai,S Amran.1995.Cermat Berbahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi.Jakarta:Akademika Pressindo
Word Press.com/keterampilan-Membaca cepat/30-09-2012
Saddhono,Kundaharu.2012.Meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia. Bandung:Karya putra darwati
Slamet,St,Y.2012.Meningkatkan teori dan aplikasi bahasa Indonesia.Bandung: Karya putra darwati